Kebetulan saya adalah seorang praktisi di bidang perpajakan. Maka pada halaman ini saya akan mencoba membuka tanya jawab untuk membantu para blogger yang masih bingung dengan urusan pajak ini, ya sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan saya juga dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Silahkan..

Rabu sore ketika bersiap pulang kantor saya ga sengaja melihat harddisk eksternal lama yang kesimpen di laci. Harddisk lama banget berkapasitas hanya 250 gb, harddisknya ga saya pake lagi karena khawatir klo tiba-tiba rusak ya datanya hilang semua.

jadi sore itu saya putuskan untuk melihat-lihat kembali file lama yang kemungkinan belum dipindah ke harddisk yang baru. Pada salah satu drivenya ada folder BBbackup, saya jadi inget klo dulu pernah beli Blackberry tapi kemudian saya jual lagi. Karena penasaran saya buka folder tersebut. ternyata isinya foto dan gambar2 ga jelas dari dp-dp yang pernah dipake. dan kemudian di folder video ada yang lebih ga jelas lagi,, hehe…..

sebuah video yang saya sendiri lupa klo pernah merekamnya,, kemungkinan setelah direkam hasilnya belum sempet saya tonton. Nih ceritanya baru bangun tidur terus mo mandi biar wangian dikit berangkat kerjanya.. eh ternyata kamar mandinya penuh sama anak-anak.. ya maklum lah tinggal di Mess rame-rame jadinya mesti pada ngantri, nah berhubung masih rame jadilah saya kembali ke kamar ambil gitar dan terjadilah hasil video yang ga jelas ini hahaha..

ya sebenernya sih niatnya ngetes BB yang baru dibeli dan sepertinya saya tertipu. Mau beli yang ori eh dikasih yg refurbish (daur Ulang). terlihat dari hasil video yg jelek, karena semestinya level kegantengan dan pitch control suara saya lebih baik dari ini.. #eiiii #heishh.. (pada protes nampaknya)

Video  —  Posted: 3 April 2014 in Meja Redaksi
Tag:, , , ,

Dalam Diam

Posted: 10 September 2013 in Meja Redaksi

Gambar

Diam adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Kulakukan untuk menjaga kesucian hatiku dan hatimu karena memang terjaganya kesucianku dan kesucianmu adalah tujuanku.

Ini adalah caraku mengasihimu karena-Nya. Kulakukan untuk memelihara suatu kehormatan, karena memang terpeliharanya kehormatanku dan kehormatanmu adalah cita-citaku.

cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…
tapi menjaga kesuciannya…
bukan karena menghindari dunia…
tapi meraih surga-Nya…
bukan karena lemah untuk menghadapinya…
tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Jikalau Allah tak menakdirkan tersampaikan indahnya rasa ini kepadamu di dunia ini dalam ridha-Nya, mungkin dunia bukanlah tempat yang tepat bagi cinta untuk saling bersemi. Tapi bisa jadi cinta itu akan bersemi di Surga-Nya. Karena ku sangat yakin, bahwa di akhirat kelak Allah akan menghimpun orang-orang yang saling mencintai karena-Nya. Dan diamku kini adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Suci tak tersentuh. Bahkan syaitanpun tak pernah tahu.

Suatu malam saya menyaksikan satu program tv yang menampilkan kontes memasak. Saya lupa judulnya, tapi acaranya menampilkan huruf m dengan style @ *huruf a nya diganti dgn m. Well I’m sure you know what I mean.

I love cooking and a little bit enthusiast to see how was a food cooked. So, I watched that show. Yah siapa tahu dapet tehnik baru dalam mengolah masakan. Tapi ada satu scene yang benar2 sangat mengecewakan pada acara malam itu, setidaknya bagi diri saya pribadi. Pada saat para peserta telah menyajikan masakan yg dibuatnya maka makanan tersebut akan dinilai oleh para juri. Nah, ada satu juri yg mengagetkan saya, dengan aksennya yang kebarat-baratan dia mengumpat beberapa makanan yang telah disajikan peserta. Sampai-sampai editor harus menyensor dengan bunyi “tuuttt” pada setiap umpatan yang keluar dari mulutnya.

Saya mengerti ini hanya acara kontes masak memasak tapi ngga tahu kenapa tiba2 dada saya seperti bergetar, nyesek, sedikit marah ketika tiba2 dia mengumpat makanan tersebut. Sangat disayangkan umpatan tersebut keluar ketika dibagian lain wilayah Indonesia ini masih ada warganya yang sekarat bahkan mati akibat kekurangan gizi.

Well its just my humble opinion.. wassalam..

Dari Abu Hurairah Ra. Katanya: Rasulullah salallahu alaihi wassalam tidak pernah mencela makanan. Kalau senang Beliau makan dan kalau tidak senang Beliau biarkan saja. (HR.Bukhari)

Minggu kemarin dan sampai dengan hari ini, Indonesia dikejutkan dan diramaikan dengan kabar duka. Yah, kabar tentang meninggalnya seorang ustad gaul yang memiliki metode berbeda dalam menyampaikan dakwahnya, ustad Jefri al-Bukhori, Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.. mengapa saya katakan ‘diramaikan’.. karena dari hari semenjak Uje meninggal dan sampai hari ini sepertinya media di tanah air tidak henti-hentinya memberitakan apa saja hal-hal yang berkaitan dengan beliau.. Bosan? Tidak, ini bukan tentang saya. Saya hanya membayangkan kesedihan keluarga beliau yang sepertinya akan sulit hilang. Betapa tidak, jika setiap hari kisah2, kenangan2 tentang beliau terus diputar berulang-ulang dan jika terus begitu dikhawatirkan keluarga almarhum meratapi atas kesdihannya. Sedangkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melarang kita untuk meratapi mayit.

Ada satu hal lagi, yang mengganggu pikiran saya. Semenjak Uje meninggal maka berbagai status update merebak di dunia maya, baik di facebook, twitter, dan berbagai media sosial lainnya. Status update yang menarik perhatian saya adalah beberapa status yang menuliskan suatu hadist berbunyi

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad no. 6582 dan At-Tirmidzi no. 1074)

Pertama kali membacanya respon saya malah mempertanyakan “benarkah? Shahih kah?” Mengapa respon saya begitu… karena pertama, almarhum Ayah saya meninggal dunia tanggal 5 Oktober 1996 dan itu adalah hari Sabtu! Bukan Jumat! Dan saya merasakan adanya ketidakadilan di sini. Apakah ayah saya terkena fitnah kubur??? Ya Allah ampunilah dosa ibu bapakku sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku di waktu kecil, demi Rabb yang Maha Penyayang, mereka benar-benar telah memberikan kasih sayang yang besar kepadaku, dan jauhkanlah ayahku dari fitnah kubur. Aamiin..

Kedua.. beberapa jam setelah membaca berita kematian Uje, saya juga membaca berita kecelakaan sebuah mobil yang membawa banyak jerigen BBM subsidi. Pihak berwajib mencurigai mereka sedang menimbun BBM bersubsidi demi keuntungan pribadi, satu dari dua penumpang mobil meninggal dunia dan saya yakin dari namanya bahwa mereka seorang muslim, lalu apakah mereka terbebas dari fitnah kubur? Klo dilihat dari perbuatannya sepertinya mustahil, sepertinya loh ya, saya hanya bisa mengira2.

Dan yang ketiga adalah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam seperti yang umat Islam ketahui, Beliau meninggal pada hari Senin. Correct me if I’m wrong. Seorang Rasul Allah yang telah dijaminkan surga kepadanya. So??

Tapi ketiga alasan saya diatas hanya berdasarkan rokyu (akal), yang kemudian dari sana saya search mungkin ada kajian yang membahas masalah hadist di atas.. dan hasilnya adalah artikel berikut ini, semoga bermanfaat..

Para ulama menyebutkan bahwa salah satu tanda seorang muslim mati dalam keadaan husnul khatimah adalah ia mati pada malam Jum’at atau hari Jum’at.

Pendapat tersebut didasarkan kepada beberapa hadits berikut ini.

[1]. Hadits dari jalur Hisyam bin Sa’ad dari Sa’id bin Abi Hilal dari Rabi’ah bin Saif dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berikut ini.

ِ ” ﻦَﻋ ْ ﺪْﺒَﻋ ِ ﷲِ ﻦْﺑ ِ وٍﺮْﻤَﻋ ، ﻦَﻋ ِ ﻲِﺒﱠﻨﻟا ِّ ﻰﱠﻠَﺻ ﷲُ ﻪْﻴَﻠَﻋ ِ ﻢﱠﻠَﺳَو َ لﺎَﻗ ” :َ ﺎَﻣ ﻦِﻣ ْ ﻢِﻠْﺴُﻣ ٍ تﻮُﻤَﻳ ُ مْﻮَﻳ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ وَأ ْ ﺔَﻠْﻴَﻟ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ ﱠﻻِإ هﺎَﻗَو ُ ﷲُ ﺔَﻨْﺘِﻓ َ ﺮْﺒَﻘْﻟا

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad no. 6582 dan At-Tirmidzi no. 1074)

Setelah meriwayatkan hadits tersebut, imam at-Tirmidzi melemahkannya dengan berkata: “Hadits ini gharib. Sanad hadits ini tidak bersambung, karena perawi Rabi’ah bin Saif sebenarnya hanya meriwayatkan dari Abu Abdurrahman al-Hubuli dari Abdullah bin Amru. Kami tidak mengetahui Rabi’ah bin Saif mendengar langsung dari Abdullah bin Amru.” (Sunan At-Tirmidzi, 3/378, haditsno. 1074)

Imam al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib juga melemahkan hadits ini.

Syaikh Ahmad Syakir berkata: “Sanadnya lemah, karena sanadnya terputus.” Beliau lalu menyebutkan sanadnya dan penjelasan imam At-Tirmidzi di atas. (Musnad Imam Ahmad, 6/153, hadits no. 6582 dengan tahqiq Syaikh Ahmad Syakir)

Syaikh Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanadnya lemah, karena perawi Rabi’ah bin Saif tidak mendengar dari Abdullah bin Amru. Dia (Rabi’ah bin Saif) dan perawi Hisyam bin Sa’ad adalah dua perawi yang lemah.” (Musnad Imam Ahmad, 11/147, hadits no. 6582, dengan tahqiq Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

[2]. Hadits di atas diriwayatkan dari jalur sanad lainnya berikut ini.

Imam Ahmad berkata: Telah menceritakan kepada kami perawi Suraij, telah menceritakan kepada kami (perawi Suraij) perawi Baqiyah, dari Mu’awiyah bin Sa’id dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

ِ ” ﻦَﻣ ْ تﺎَﻣ َ مْﻮَﻳ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ وَأ ْ ﺔَﻠْﻴَﻟ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ ﻲِﻗُو َ ﺔَﻨْﺘِﻓ َ ﺮْﺒَﻘْﻟا ”

“Barangsiapa meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at maka ia akan dilindungi dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad no. 6646)

Syaikh Ahmad Syakir berkata: “Sanadnya lemah, karena perawi Baqiyah bin Muslim adalah seorang mudallis (perawi yang memanipulasi sanad) dan dalam sanad ini ia tidak menegaskan mendengar secara langsung (dari Mu’awiyah).” (Musnad Ahmad dengan tahqiq Syaikh Ahmad Syakir, 6/204)

Syaikh Syu’aib al-Arnauth berkata: “Sanadnya lemah. Perawi Baqiyah (yaitu Baqiyah bin Muslim al-Himshi) mentadlis dari para perawi yang lemah dan melakukan tadlis taswiyyah, bahkan memperbolehkannya. Perawi Mu’awiyah bin Said bin Syuraij at-Tujaibi al-Fahmi al-Mishri, hanya dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban saja.” (Musnad Ahmad dengan tahqiq Syu’aib al-Arnauth, 11/226-227)

Adapun perawi Abu Qabil (namanya adalah Huyai bin Hani al-Mu’afiri) dinyatakan tsiqah oleh lebih dari seorang ulama, imam Ibnu Hibban menyebutkannya dalam kitabnya Ats-Tsiqat dan berkata: Dia juga seorang perawi yang keliru-keliru. Imam As-Saji menyebutkannya dalam kitabnya Adh-Dhu’afa’ (Para perawi yang lemah). Dan diriwayatkan dari Imam Ibnu Ma’in bahwa ia melemahkannya.” (Musnad Ahmad dengan tahqiq Syu’aib al-Arnauth, 11/225)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani juga melemahkan perawi Abu Qabil dalam kitabnya Ta’jilul Manfa’ah.

[3]. Hadits riwayat imam Abu Ya’la dalam musnadnya dan Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil fi adh-Dhu’afa’.

Imam Abu Ya’la berkata: Menceritakan kepada kami perawi Abu Ma’mar Ismail bin Ibrahim, menceritakan kepada kami perawi Abdullah bin Ja’far dari Waqid bin Salamah dari Yazid ar-Raqasyi, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

ِ« ﻦَﻣ ْ تﺎَﻣ َ مْﻮَﻳ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ ﻲِﻗُو َ باَﺬَﻋ َ ﺮْﺒَﻘْﻟا »

“Barangsiapa meninggal pada hari Jum’at maka ia akan dilindungi dari siksa kubur.” (HR. Abu Ya’la no. 4113 dan Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil, 7/2554)

Syaikh Ahmad Syakir berkata: “Makna hadits ini juga diriwayatkan dari jalur Anas bin Malik dlam Musnad Abu Ya’la. Namun sanadnya lemah juga, sebagaimana disebutkan oleh (Al-hafizh Nuruddin al-Haitsami) dalam Majma’uz Zawaid dan (Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani) dalam Fathul Bari.” (Musnad Ahmad dengan tahqiq Ahmad Syakir, 6/204)

Syaikh Syua’aib al-Arnauth berkata: “Di dalam sanadnya ada perawi Waqid bin Salamah dan Yazin bin Abban ar-Raqasyi. Keduanya adalah perawi yang lemah.” (Musnad Ahmad dengan tahqiq Syu’aib al-Arnauth, 11/149)

Syaikh Husain Salim Asad dalam tahqiqnya atas Musnad Abu Ya’la juga melemahkan sanad hadits ini.

[4]. Hadits riwayat imam Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Hilyatul Awliya’.

Dari Umar bin Musa bin Wajih dari Muhammad bin Munkadir dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

ِ« ﻦَﻣ ْ تﺎَﻣ َ مْﻮَﻳ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ وَأ ْ ﺔَﻠْﻴَﻟ َ ﺔَﻌُﻤُﺠْﻟا ِ ﺮﻴِﺟُأ َ ﻦِﻣ ْ باَﺬَﻋ ِ ﺮْﺒَﻘْﻟا ِ ءﺎَﺟَو َ مْﻮَﻳ َ ﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟا ِ ﻪْﻴَﻠَﻋ ِ ﻊَﺑﺎَﻃ ُ ءاَﺪَﻬﱡﺸﻟا »

“Barangsiapa meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at niscaya ia akan dijauhkan dari siksa kubur dan pada hari kiamat ia akan datang dengan memiliki tanda orang mati syahid.” (HR. Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Hilyatul Awliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’, 3/155)

Setelah meriwayatkan hadits ini, imam Abu Nu’aim al-Asbahani mengatakan: “Hadits ini gharib dari hadits Jabir dan Muhammad bin Munkadir. Hanya diriwayatkan oleh Umar bin Musa, dan ia adalah seorang penduduk Madinah, ia adalah perawi yang lemah.” (Abu Nu’aim al-Asbahani, HilyatulAwliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’, 3/155)

Syaikh Syu’aib al-Arnauth menulis tentang perawi Umar bin Musa bin Wajih: “Imam Abu Hatim berkata: “Ia adalah pemalsu hadits.” Imam An-Nasai dan Ad-Daraquthni berkata: “Ia matruk (tertuduh memalsu hadits).” Imam Ibnu ‘Adi berkata: “Ia termasuk perawi yang memalsukan hadits, matan maupun sanadnya.” (Musnad Ahmad dengan tahqiq Syaikh Syu’aib al-Arnauth, 11/149)

Syaikh Ahmad Syakir berkata: “Hadits Jabir diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 3/155-156, dan dalam sanadnya ada kelemahan.”(Musnad Ahmad dengan tahqiq Syaikh Ahmad Syakir, 6/204)

Kedudukan hadits:

Inilah Abdullah bin Amru bin Ash tentang keutamaan meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at. Hadits tersebut secara sanad lemah, dan terdapat dua hadits lainnya yang menunjukkan keutamaan yang sama, yaitu hadits Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Secara sanad, kedua hadits tersebut juga lemah, bahkan lebih lemah dari hadits Abdullah bin Amru bin Ash.

Kesimpulan hadits:

1. Hadits tentang keutamaan meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at diriwayatkan dari jalur sahabat Abdullah bin Amru bin Ash, Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhum.

2. Imam Abul ‘Ala’ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfuri dalam bukunya Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi menyatakan hadits Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah bisa menguatkan kelemahan hadits Abdullah bin Amru bin Ash. Sehingga dari keseluruhan jalur sanadnya, hadits tersebut naik derajatnya menjadi hadits hasan atau hadits shahih, yang bisa dipegangi sebagai hujjah untuk menyatakan adanya keutamaan khusus bagi orang yang meninggal padda hari Jum’at atau malam Jum’at.

Pendapat ini diikuti oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam bukunya, Ahkamul Janaiz.

3. Sebagian besar ulama hadits menganggap hadits Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah tidak bisa menguatkan kelemahan hadits Abdullah bin Amru bin Ash. Sebab kelemahan sanad kedua hadits tersebut justru lebih parah daripada kelemahan sanad hadits Abdullah bin Amru bin Ash. Dengan demikian, ketiga hadits tersebut tetap berderajat dha’if (lemah) dan tidak bisa dijadikan hujjah untuk menyatakan ada keutamaan khusus bagi bagi orang yang meninggal padda hari Jum’at atau malam Jum’at. Pendapat ini, wallahu a’lam, adalah pendapat yang lebih kuat dan lebih dekat kepada kebenaran.

4. Andaikata kita mengikuti pendapat ulama yang menyatakan hadits tersebut hasan atau shahih sekalipun, maka bukan berarti setiap muslim dan muslimah yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at telah meraih husnul khatimah. Status husnul khatimah lebih kuat berkaitan dengan amal perbuatan orang yang meninggal, daripada dengan tempat dan waktu orang tersebut meninggal.

Misalnya:

a. Seorang muslim atau muslimah meninggal dalam keadaan melakukan kemaksiatan (berzina, mabuk, merampok, meninggalkan shalat, meninggalkan shaum Ramadhan dan lain-lain), maka bisa diyakini ia mati dalam keadaan suul khatimah, meskipun ia meninggal pada malam Jum’at atau hari Jum’at.

b. Seorang muslim atau muslimah meninggal dalam keadaan melakukan ketaatan (melaksanakan shalat, shaum Ramadhan, membaca Al-Qur’an, menengok orang sakit, memuliakan tamu, berperang di jalan Allah, dan lain-lain), maka bisa diyakini ia mati dalam keadaan husnul khatimah, meskipun ia meninggal pada selain hari Jum’at atau selain malam Jum’at.

c. Jika seorang muslim atau muslimah meninggal dalam keadaan melakukan ketaatan pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka bisa diyakini bahwa ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

5. Kematian adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Kematian datang secara tiba-tiba tanpa bisa disangka waktu dan tempatnya. Oleh karenanya sudah seharusnya kita senantiasa mempersiapkan bekal amal shalih sebaik-baiknya untuk menghadap Allah Ta’ala, sebelum kematian datang menjemput kita. Wallahu a’lam bish-shawab.

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Warung Sate Gokielll

Posted: 30 April 2013 in Meja Redaksi
Tag:, , ,

Terkadang apa yang dilihat mata belum tentu akan kebenarannya. #duh_ribet_bener_bahasanya,, pengalaman saya pernah kejadian sama yang kayak  beginian. Jadi ceritanya ba’da maghrib saya keluar ke minimarket ga terlalu jauh dari rumah, tapi giliran mau balik muternya jauh.. minimarket ini udah jadi satu-satunya harapan buat masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, maka dari itu minimarket ini dinamakan Sumber Harapan. #maksa? #biarin!

Okeh.. bukan minimarketnya yg mau diceritain, tapi di depan minimarket ini ada warung sate madura.. nah biasanya klo udah selesai beli2 di minimarket ntah kenapa perut ane langsung berasa laper, mungkin gara2 asep bakarannya kali yah. Dari kejauhan saya lihat “wah lagi sepi nih.. ngehehe” langsung dah saya samperin.

“Mbak.. satenya msh ada?” Tanya saya

“Masih mas.. mau sate apa?”

“Adanya sate apa?” Saya balik tanya.

“Ayam, kambing..”

“Klo Sapi?”

“HaHhh…” *hening seketika

Sebelum ketauan klo saya ternyata ga pernah beli sate disana langsung saya bilang

“Eh anu..sate ayam aja mbak 1 porsi” sambil garuk2 kepala yg sebenernya ga gatel

“Oh.. iya ditunggu ya mas”

Berhubung sepi ya udah sy tungguin dah trus langsung duduk. Ga sampe 2 menit  si mbak selesai  ngebungkus sate, melihat itu saya langsung berdiri ngerogoh kantong mau ngambil duit. “Wuih cepet bener, KFC mah putus” dalem hati saya. Tapi beberapa saat kemudian si mbaknya ga kunjung memanggil saya, bungkusannya malah digantung. Saya sadar kayaknya udah ada yg pesen duluan tapi ditinggal pergi dulu. *Langsung duduk lagi.

10 menit kemudian mbaknya selesai ngebungkus lagi, kali ini ga cuma 1 tapi langsung sekali 3. Dan sekonyong-konyong dateng bapak2 nenteng barang belanjaan trus ngomong “pesenan tadi udah mbak” tanyanya. “Udah pak” sambil ngasih bungkusannya. Di belakangnya ada lg mba jilbaber juga nanyain hal yang sama, lagi-lagi mbaknya langsung ngasih bungkusan satenya. Dalem ati ane “wah kagak beres nih.. kirain bakal bentar, ternyata antriannya panjang bangett!!” Buset dah silap mata bener..

Sambil pasang tampang kesel saya datangin mbak yg msh ngebungkus sate. “Msh lama ya mbak?” Mbaknya langsung ngeliat saya “eh.. tadi pesen sate ayam ya?” Sambil celingak celinguk meratiin bungkusan satenya “itu mas sebentar lg, msh dibakar sama bapaknya” sambil nunjuk pemanggang yang diletakin didepan tokonya. Dan akhirnya 5 menit kemudian pesenan saya siap. Alhamdulillah….. puji syukur saya ucapkan kepada Allah..

Jadi ditotal-total ada hampir 20 menit saya duduk najong ga jelas, mana hape ketinggalan pula di rumah. Dan semua terjadi gara-gara ketipu sama penampakan warung sate nan sepi.. tapi ga terlalu kecewa juga sih, ternyata satenya sedap bener.. maknyus dah!

Waktu itu hari minggu tanggal 21 April, jam 10 pagi menjelang siang, saya janjian COD sama seseorang yang berminat sama juicer saya. Juicer handal yang baru 2 kali dipake, tinggal masukin buah ato sayuran langsung dah jadi minuman sari buah tanpa ampas. Ztsuperr zekali!! (Comment saya waktu pertama kali pake). Satu-satunya alasan saya menjual juicer tersebut adalah….. sumpah! Coy, repot bener buat ngebersihinnya. Bayangin coba, cuma buat minum segelas sari apel plus wortel yang cuma empat kali tegukan langsung habis itu, saya harus mencuci dua wadah penampung sari dan ampas, filter ampas, tutup juicer, dan juicernya sendiri. Ya maklumlah hidup membujang apa-apa dikerjain sendiri, ya kan? #hayoo_yg_bujang_ngaku! Makahh setelah pemakaian keduah, tepat setelah tegukan terakhir sarih buah yang saya nikmatih, mata sayah menatap nanar ke arah juicer yang tampak semakinh menyebalkan ituh, dan kemudian berkatah “DEE..MII..TUHH..KANNN..” *Eeeh ngga gitu juga kalee.. jadi setelah pemakaian kedua saya bertekad untuk menjual juicer extractor tersebut. Biar cepet laku saya buat iklan *ceilee iklan.. di Kaskus regional Batam.

Dan setelah beberapa hari, beberapa malam, beberapa kali meteor jatuh, beberapa kali motor saya masuk lubang, dan beberapa kali kaskuser nawarnya afgan alias sadiss beut, akhirnya ada yg berminat dengan harga yang saya tawarkan. Doi ngajak COD di sebuah mall yang ternyata seorang pemilik salah satu restoran disana. Pukul 09.45 saya sampai diparkiran. Tarok barang, kunci stang, ambil hp trus sms si buyernya “gan ane udh disamping musholla” padahal msh diparkiran,turun dari motor, buka dudukan motor, buka helm, tarok helm ditempatnya, tutup lagi “cklek!”, Ambil barang, langsung menuju musholla. Sampai di sana ternyata ada rumah makan kecil tapi belum buka, jadi saya putuskan untuk duduk di sana, saya sms lagi buyernya “lama ya gan” padahal baru sampe hehe.. 5 menit kemudian saya mulai gelisah buyernya ga dateng2, duilee mana panas lagi.. tiba2 saya inget sama penyakit lupa yg sering saya derita.. “waduhh ga beres nih!!.. kunci motor kayaknya ketinggalan di parkiran. Astaghfirullah.. buruan saya lari ke parkiran yang lumayan jauh,, dan alhamdulillah saya lihat dari kejauhan motornya masih nangkring dengan imutnya. Karena ga hilang jadi saya perlambat jalannya, eh tiba-tiba inget lagi,, lah barang sama tasnya tadi masih diatas meja rumah makan!! lari lagi dah,, ambil kunci motor trus balik lg.

Lagi-lagi saya bersyukur tas sama barangnya ga ilang diambil orang. Sambil ngelap keringet saya langsung duduk dan tiba-tiba ada sms masuk “tunggu 2 menit ya, saya lg jalan” oke deh saya tungguin, trus lanjut ngelap keringet lagi. ga berapa lama buyernya dateng, ternyata seorang bapak separuh tua eh,, paruh baya maksudnya yang tanpa babibu langsung ngeluarin duit “ada kembaliannya kan?” tanyanya sambil ngeluarin uang biru beberapa lembar. “eh iya ada pak,, apa ga dicoba dulu pak?” tanya saya meyakinkan “ah ga usah,, msh bagus kan barangnya?” katanya balik bertanya. “terakhir saya pake sih masih hidup pak, baru 2 kali pake pak” balas saya cari aman. “ya udah,, makasih ya” trus ciaoww bawa barangnya.

Alhamdulillah,, laris manis tanjung kimpul, barang abis, duit ngumpul,, ahaha. Berhubung lg deket musholla saya sempetin dulu deh sholat dhuha. Setelah selesai saya langsung rebahan, dan lagi-lagi firasat ga enak muncul, “wah ga beres nih” sambil rogoh2 kantong,, hemmm hapee,, hapee,, kemana?? waaa ketinggalan di atas mejaa! langsung dah lari2 lg. gara2nya pintu musholla membelakangi rumah makan tadi terpaksa harus lari memutar,, dan meskipun beberapa orang saya lihat melewati meja yang tadi saya tempati, syukur alhamdulillah ga ada yang niat buat ngambil,, hahhhh klo emang udah rejeki ga bakalan kemana yah..